Antara Dee, Mbot dan Andreas Harefa

dee-mbot-aha

Saat semuanya ingin dimulai bersama, disitulah letak kebodohan manusia yang serba tergesa-gesa. Menulis adalah goresan makna yang akan mendalam seiring waktu. Semakin tergores, pendalaman karakter menulis itulah yang akan membuat dengan sedirinya ciri tulisan, ibarat lukisan. Saat yang terlihat adalah abstrak bagi satu orang mungkin belum tentu bagi orang lain. Saat goresan kuas menimpa kanvas kosong, alunan warna akan berkembang dengan sendirinya membentuk jati diri. Warna pun walau satu saja namun bisa juga terbagi dalam kontras dirinya.

Demikian juga dengan menulis. Saat bingung harus memilih yang aliran/gaya yang mana, semua itu ternyata hanya jebakan, sebuah kerikil di tengah hamparan gula bubuk, yang hanya menjadikan semuanya mandheg, karena ada setitik noda.

So keep writing lah, apa aja, karena dalam karya itu akan terlihat dengan
sendirinya jati diri anda.

MENULIS SEPERTI BERBICARA, berarti perlu jeda, tanda baca yang jelas serta intonasi, so bagaimana bisa tulisan berintonasi?? tunggu ya…

Perempuan surga itu berinisial : “Ibu”

mother1

Bukan pemberian harta yang dinantinya

Bukan juga upah lemburnya saat menjaga kita sakit saat kecil

atau tetesan air mata dan darahnya saat melahirkan kita

atau kesabarannya mengajari kita berbicara, dan juga melangkah pertama,

Hanya secuil peluk tanda cinta dan sayang

Atau mungkin sebaris SMS dan juga do’a

Hanya penampakan sejenak saat berkunjung ke rumah nya yang juga rumah kita dulu

sebegitu kecilnya, balasan dari kita

masak kita tega gak melakukannya

Selamat Hari Ibu,

bagi para perempuan dari surga beriinisial : “Ibu”

Pesta Blogger 2008 “Nggak layak disebut Pesta”

Bukan apa apa saya menulis judul diatas. Gaung sebuah pesta adalah kegembiraan, senang2, tapi di PB 2008, hal itu hanya kecil sekali. Sebuah puncak pertemuan kedua para “tukang pencet keyboard” ini berlangsung sangat apik, menarik, dan membangun inspirasi. Itulah kenapa saya bilang nggak layak disebut PESTA, karena ini adalah ajang SHARING KNOWLEDGE terbesar yang pernah saya ikuti, semua orang berkontribusi, walaupun hanya sekedar narsis poto2 di backdrop PB 08, tuker2 an kartu nama/nama blog, ataupun hanya celingak celinguk karena datang sendirian tanpa teman atau komunitas (ini kaya gue). Di ajang inipun begitu banyak peluang terbuka dari hanya sekedar menambah network, menambah bisnis atau bahkan membuat network dan juga bisnis.

Paparan ke lima Blogger luar negeri pun tak kalah mengasyikan. Mereka begitu mengagumi apa yang mereka lihat selama di Bali, Yogya, dan Jakarta. Mereka pastinya akan mengubah persepsi dunia tentang indonesia, terutama di mata para blogger luar negeri melalui blognya. Pastinya akan banyak yang melihat tulisan mereka, karena mereka salah satu seleb blog di negara masing2.

Ditambah paparan para presenter saat break session, setelah makan siang. Mereka saling sharing tentang apa saja yang telah mereka tahu kepada yang belum tahu-baru tahu-atauoun ingin tahu, saling mengisi, dan pastinya menginspirasi. Saya sangat paham bahwa akan banyak muncul berjuta inspirasi yang akan menjelma menjadi sebuah kenyataan suatu saat nanti. Dan PESTA ini, akan menjelma menjadi sebuah pemikiran dan perbuatan untuk lebih baik di masa yang akan datang, sesuai judul perhelatannya, Blogging for Society.

Maka apakah salah kalau saya bilang ini Nggak layak di sebut PESTA..??

Satu nilai dari seorang Pahlawan…

tugu_pahlawan1Hari ini adalah Hari Pahlawan, memperingati sebuah peristiwa mempertahankan negeri dari upaya penjajahan kembali. saat itu di Surabaya. Gelora yang membahana, yang menyulut api kemarahan dan ketidakmauan di jadikan tanah yang tidak merdeka dari arek2 suroboyo, di peringati setiap tahun. Betapa berdarahnya saat itu. Betapa ikhlas nya mereka saat itu.

Dan dari semua hal itu, ada satu hal yang bisa memberi inspirasi ke kita, bahwa ada satu nilai dari sorang pahlawan yang layak kita sematkan di dada kita saat ini. Bahwa seorang Pahlawan itu adalah orang yang tidak pernah meminta dirinya di sebut pahlawan, karena mereka berjuang secara ikhlas. Ya, tanpa keikhlasan, tanah yang hijau, gemah ripah loh jinawi ini tak akan pernah mengenal kata MERDEKA.

gambar diatas adalah Tugu Pahlawan di Surabaya

inilah teks pidato yang sangat terkenal saat itu oleh Bung Tomo

Bismillahi rokhmanir rakhim.Merdeka

Saudara – saudara rakyat jelata diseluruh indonesia
terutama saudara – saudara penduduk kota Surabaya
Kita telah mengetahui bahwa hari ini tentara ingris telah
menyebarkan pamflet – pamfet
yang memberikan ancaman pada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka
tentukan menyerahkan senjata – senjata yang telah
kita rebut dari tangan tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah mita supaya kita datang semua pada mereka itu dengan membawa bendera putih
tanda bahwa kita menyerah pada mereka.
Saudara – saudara didalam pertempuran – pertempuran yang lampau,
kita sekalin telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya,
yang berasal dari Sulawesi, pemuda – pemuda yang berasal daari Bali,
pemuda – pemuda yang berasal dari Kalimantan,
pemuda – pemuda yang berasal dari Sumatra, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli dan seluruh pemuda yang berada di Surabaya ini.
Di dalam pasukan – pasukan mereka masing -masing dengan pasukan rakyat yang dibentuk dikampung – kampung
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol,
telah menunjukkan satu kekuatan hingga
mereka itu terjepit di mana – mana.
Hanya karena taktik yang licik dari mereka itu saudara – saudara,
dengan mendatangkan Presiden dan Pemimpin – pemimpin lainnya ke Surabaya ini,
maka kita tunduk untuk memberhentikan pertempuran.
Tetapi pada masa itu, mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat, sekarang inilah keadaannya.

Saudara – saudara, kita semuanya – kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tangtangan tentara Inggris itu, dan kalau pimpinan tetara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengar jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, dengarkan lah ini tentara Inggris!

Ini jawaban kita, ini jawaban rakyat Surabaya, ini jawaban pemuda Indonesia, kepada kau sekalian hai tentara Inggris! Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk padamu! Kau menyuruh kita membawa senjata – senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu. Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekutan yang ada! Tetapi inilah jawaban kita

“selama Banteng – Banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membasahi secarik kain putih, merah dan putih, maka selama itu, tidak akan kita mau menyerah pada siapapun juga”

Saudara – saudara rakyat Surabaya bersiaplah. Keadaan genting. tetapi saya peringatkan sekali lagi jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang meraka itu! Kita tunjukkan bahwa kita ini adalah orang – orang yang benar – benar inggin merdeka! Dan untuk kita saudara – saudara, lebih baik hancur lebur dari pada tidak merdeka!

Semboyan kita tetap! Merdeka atau Mati! Dan kita yakin saudara – saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh kepada kita. Sebab Allah selalu berpihak kepada yang benar.
Percayalah saudara – saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Merdeka

Hari ini, 80 tahun yang lalu…

hari ini, 80 tahoen jang laloe,

seboeah djandji teroecap pasti, dari loeboek hati yang rindoe kebebasan negeri

mengenjam kenjamanan negeri yang merdeka dengan bersatoe

Namun hari ini, di tahun ini

Bukankah hari ini, sampai tahun ini, hanya IRONI yang terjadi

oh negeri ku, mari bersatu lagi, menggalang inspirasi dari peristiwa 80 tahun yang lalu

untuk berbuat sekecil apapun, asal itu untuk negeri

Ya, kecil saja, sekarang juga, dari diri sendiri, dengan niat suci, dengan satu hati

meyakini akan ada perubahan berarti, ya berarti untuk negeri ini

Seandainya Cinta bisa Menulis


Sama sekali tak ada harap dalam diriku selain bisa mencintai dengan sempurna. Disaat guratan pena tak mampu menampung makna kata “Cinta” seharusnyalah Cinta menulis sendiri untuk dirinya. Dan Seandainya Cinta bisa menulis, berapa banyak Tinta akan dihabiskan, seberapa besar Pena untuk menuliskan.

Kehidupan selalu menuliskan kisah-kisah Besar dari orang orang biasa, yang dengan membawa Cinta, berbuat dengan keikhlasan. Berapa banyak cerita2 seperti itu terlewatkan begitu saja, hanya karena dunia seolah2 lupa satu kata itu. Berapa nyawa kadang dihilangkan karena tiadanya kata itu. Berapa hati menjadi nestapa karena tidak ada kata itu, dan berapa….mengapa….dimana….kalau kita tidak bisa memaknai kata Cinta itu.

Kadang memang dia ada setititk saja, walau kadang membuncah indah. Tapi semua itu akan terasa kalau kita benar2 menyadari kehadirannya, yang selalu hadir dalam heningnya. Pemaknaannya sering membuat setiap orang punya berbagai macam versinya. Dan yang jelas cinta itu tetaplah cinta, di persepsi oleh siapapun dia tetap cinta. tak kurang tak lebih. Hanya manusia sederhanalah yang dengan keikhlasan bisa menemukannya bagai berlian yang bersinar terang, menentramkan hati.

Seandainya Cinta bisa menulis, mungkin diriku tak akan mampu untuk tidak membacanya.

di pagi hari saat mentari hangat menusuk masuk disela2 jendela butut penuh debu

Laskar Pelangi

Saat tersiar kabar bahwa Novel ini akan di filmkan, membuat diriku tak sabar untuk menunggu. Sungguh indah menyaksikan apa yang sudah tergambar sejak membaca kata per kata dalam alunan nada cerita Andrea Hirata dalam novel memoarnya itu. Dan ternyata bayangan bahwa film ini akan berbeda mulai muncul saat semua crew film mampir ke acara Kick Andy tanggal 12 September 2008.

12 aktor Indonesia terbaik akan beradu akting dengan 12 orang pemeran lokal yang rata2 masih ingusan dari Belitong. Bu guru Muslimah yang diperankan oleh Cut Mini pun sangat menyedot perhatian sebagai sosok guru desa yang gigih dan ikhlas. Dan hal inilah yang akhirnya mengilhami sang penulis untuk membuat novel yang inspiratif dan menggetarkan ini.

Sungguh inspiratif, kenapa?? begitu banyak hal2 yang memang apa adanya di tuliskan di Laskar Pelangi, sebuah perjuangan, pengorbanan, cita-cita dalam suka duka anak2 daerah terpencil, yang berusaha melakukan sesuatu yang mereka bisa lakukan dengan sesungguhnya semangat. Dan memang Indonesia mungkin membutuhkan inspirasi seperti ini untuk bisa lebih bergerak maju ke arah yang lebih baik. Harapan itu selalu ada, dan janganlah sempat terpikir untuk berhenti berharap karena dengan harapan lah hidup ini masih bisa disebut dengan nama KEHIDUPAN. (lihat disini ttg lilin harapan)

nidji – laskar pelangi

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

08-08-08

Benarkah angka delapan itu angka baik??

Benarkah hari ini adalah hari baik??

Benarkah kita harus memberi momentum khusus di hari baik??

Sebuah pertanyaan terbaik yang harus dilontarkan hari ini adalah bagaimana membuat setiap detik dalam setiap jam dan hari kita itu baik dan selalu baik, sampai suatu saat dimana semua hal itu  di pertanggung jawabkan. Semua hari baik asal kita isi dengan kebaikan, dan jangan pernah lupa untuk bersyukur telah diberi waktu untuk melewati hari ini.

Bukankah Hari ini harus nya lebih baik dari hari kemarin, kalau nggak kita akan merugi.

Mari memulai momentum yang baik. Selalu

Satu lagi tentang MARAH

“Mas, bos gue sering marah2 dan lagi marahnya didepan banyak orang, aku eneg banget dech, ngeselin banget” kata si Eros.
” Gue malah lebih parah, ide gue gak diterima sama Unit head gue, eh kemarin ide itu sudah ada aja reportnya di depan meja Manager, gue khan kesel, Mas!” timpal si Edu.
Wah, wah, wah masih jam segini udah pada ngeluh aja sih, eh Ros, elu suatu saat akan berterima kasih sama bos mu itu, dan buat kamu Edu, kamu itu hanya males berkomunikasi, itu khan ide mu, kenapa gak kamu sendiri yang buat report yang jelas, ditulis dan di presentasikan ke Manager mu kalau memang unit head mu gak mau tahu,” Dimas akhirnya berujar karena kesel banget denger keluhan kedua temannya itu.

“Hah, Teriiimmaaaa Kaaaassiihhh, yang bener lu Mas?” timpal si Eros bingung dengan kata2 si Mas Teri yang malah harus berterima kasih sama bosnya yang agak gila itu.
“Maleesss, gue rajin kok..!” sela si edu hampir bersamaan dengan si Eros.

Sahabat semua, ada dua hal yang sering dilupakan kita saat jadi karyawan di suatu perusahaan saat terjadi peristiwa seperti kemarahan bos atau pembajakan ide seperti yang dialami Eros dan Edu diatas. Dan parahnya mereka juga gak sadar bahwa dengan itulah mereka akan bertumbuh, dan juga kejadian itu karena ulah mereka sendiri yang kurang memahami arti komunikasi. Padahal keahlian berkomunikasi adalah salah satu yang terpenting dalam dunia kerja.

Saat Bos marah, sebenarnya mereka sedang memberi sinyal “please Help me”, yang malah disalah artikan sebagai kebencian pada kinerja kita. Seharusnya kita sebagai anak buah datang membantu.

Apalagi kalau terjadi pembajakan ide, sudah seharusnyalah kita menyadari bahwa itu murni kesalahan kita, karena seringnya kita menyampaikan kepada orang yang tidak tepat, dan juga satu lagi kesalahannya, kita menyampaiakannya secara lisan, bukan dengan report yang bagus. Ini sering tidak disadari. Padahal report atau ide kita, itu bisa kita jadikan suatu hasil dari kerja kita yang bisa kita jadikan success story dan apabila disampaikan kepada orang yang tepat (pengambil keputusan tertinggi) buka tidak mungkin bisa memberi keuntungan bagi kita.

Dan berterima kasih pada bos yang suka marah2 itu juga berarti bahwa dengan marah2nya lah kita belajar sabar, dan selama tidak fisik, dan hanya secara mental, maka itu mungkin karena sebagian dari gaji kita memang untuk dimarahin (hehehe…just kidding). Kalau menurut Pak Hari “Time 2 Change” Subagya hidup itu bisa berjalan karena ada FEEDBACK, dan marahpun adalah salah satu feedback.

Sebagai karyawan mengembangkan sikap positif itu penting, sebab akan selalu ada hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi, dan dengan itulah kita akan belajar lagi.