
Bukan pemberian harta yang dinantinya
Bukan juga upah lemburnya saat menjaga kita sakit saat kecil
atau tetesan air mata dan darahnya saat melahirkan kita
atau kesabarannya mengajari kita berbicara, dan juga melangkah pertama,
Hanya secuil peluk tanda cinta dan sayang
Atau mungkin sebaris SMS dan juga do’a
Hanya penampakan sejenak saat berkunjung ke rumah nya yang juga rumah kita dulu
sebegitu kecilnya, balasan dari kita
masak kita tega gak melakukannya
Selamat Hari Ibu,
bagi para perempuan dari surga beriinisial : “Ibu”
Filed under: Inspirasi dari...





Dalam setiap langkah,
tertinggal asa.
Dalam tarikan nafas,
terucap nama.
Dalam setiap kata,
mengalir doa.
Dalam setiap doa,
Tersimpan cita
Menggumpal harap.
Dalam hati,
mengekal,
Cinta Ibu.
Cinta yang satu,
bertumbuh cahya.
Menerangi jalan
Menyiram kegersangan
Membalut setiap luka.
Dan senyum yang melumuri wajah
Mengapus segala duka
Menyibak dusta.
Bagimu wahai Ibu
Tak ada penebus yang setara
Tak ada pengganti yang sama
Dalam bakti
Dalam jaga
Dalam setiap kata
Dalam doa-doa
Tak bisa apa juga
Terbalas dengan harta
Atau semua yang ada di dunia
Kecuali,
CINTA.
Cinta tulusmu
Dari setiap degup dada
Dari setiap darah
Dari setiap apa jua
Yang kini berubah wujud
Dalam kesombongan intelektual
Dalam kepongahan nurani
Dalam keangkuhan diri
Inilah cinta yang membakar angkara
Cinta yang menumbuh jiwa
Menjadi bercahya
Dalam janji suci
Dalam akad di hati
Untuk ibu
Cintaku satu
Dalam rasa
Dalam sukma
Untuk Ibu
Cintaku teguh
Dalam jiwa
Dalam raga
Untuk Ibu
Cintaku dalam semesta
untuk Ibu
Cintaku
Dalam kata :
I love U Mom…!
Subang, 22 Desember 2008
surat cinta untuk ibu
bertahun-tahun aku mengenalmu..
memahami sebentuk wajah yang lama ku tatapi
sepanjang usiaku..
seadanya detik yang berlalu
raut wajah yang tiada lepas tersenyum
walau penuh guratan hidup..
putih hitam lautan makhota
rekah senyum yang pecah
namun buatku ibu..kaulah kasih tiada henti
bentangan sayap cinta yg menyelimuti ari
setiap malam..
serta kisah-kisah para sahabat Nabi yang kau ceritakan
kala ku mengantuk
berbaring dipangkuan hangatmu
meresapi kata-kata permata yg kau taburkan
di gendang telingaku!
hingga menembus koklea
ibu..
cintamu
bagai lautan maha dahsyat tanpa tepi
tak kandas dilepas ombak
tak retak walau sebatas ujung..
mencintaimu aku malu
malu atas tingkah-tingkah tanpa budi
perilaku dan tuturku sarat ketidakramahan
menjamu senyummu tanpa perasaan
namun ibu..aku tak rela selapis pun
ada luka bertahta padamu
dari jarak sejauh ini aku berbicara
sedalam hatiku mencintaimu..
ingini kebersamaan dalam surgaNya
menyerahkan segenap abdiku padamu ibu..
ibu..
sampaikan salamku pada kekasihmu
akulah pahlawanmu
berani menyambut uluran tangan kuatnya
melanjutkan cita-cita surga
melawan segala perhatian dunia
buat ayahku
aku bangga atas keringatmu
kegigihan luar biasa!!
doakan aku..
salam cinta
terbanglah..
( 14 Agustus 2009 jam 0:02 )