Seandainya Cinta bisa Menulis


Sama sekali tak ada harap dalam diriku selain bisa mencintai dengan sempurna. Disaat guratan pena tak mampu menampung makna kata “Cinta” seharusnyalah Cinta menulis sendiri untuk dirinya. Dan Seandainya Cinta bisa menulis, berapa banyak Tinta akan dihabiskan, seberapa besar Pena untuk menuliskan.

Kehidupan selalu menuliskan kisah-kisah Besar dari orang orang biasa, yang dengan membawa Cinta, berbuat dengan keikhlasan. Berapa banyak cerita2 seperti itu terlewatkan begitu saja, hanya karena dunia seolah2 lupa satu kata itu. Berapa nyawa kadang dihilangkan karena tiadanya kata itu. Berapa hati menjadi nestapa karena tidak ada kata itu, dan berapa….mengapa….dimana….kalau kita tidak bisa memaknai kata Cinta itu.

Kadang memang dia ada setititk saja, walau kadang membuncah indah. Tapi semua itu akan terasa kalau kita benar2 menyadari kehadirannya, yang selalu hadir dalam heningnya. Pemaknaannya sering membuat setiap orang punya berbagai macam versinya. Dan yang jelas cinta itu tetaplah cinta, di persepsi oleh siapapun dia tetap cinta. tak kurang tak lebih. Hanya manusia sederhanalah yang dengan keikhlasan bisa menemukannya bagai berlian yang bersinar terang, menentramkan hati.

Seandainya Cinta bisa menulis, mungkin diriku tak akan mampu untuk tidak membacanya.

di pagi hari saat mentari hangat menusuk masuk disela2 jendela butut penuh debu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: