Perempuan surga itu berinisial : “Ibu”

mother1

Bukan pemberian harta yang dinantinya

Bukan juga upah lemburnya saat menjaga kita sakit saat kecil

atau tetesan air mata dan darahnya saat melahirkan kita

atau kesabarannya mengajari kita berbicara, dan juga melangkah pertama,

Hanya secuil peluk tanda cinta dan sayang

Atau mungkin sebaris SMS dan juga do’a

Hanya penampakan sejenak saat berkunjung ke rumah nya yang juga rumah kita dulu

sebegitu kecilnya, balasan dari kita

masak kita tega gak melakukannya

Selamat Hari Ibu,

bagi para perempuan dari surga beriinisial : “Ibu”

Advertisements

2 Responses

  1. Dalam setiap langkah,
    tertinggal asa.
    Dalam tarikan nafas,
    terucap nama.
    Dalam setiap kata,
    mengalir doa.
    Dalam setiap doa,
    Tersimpan cita
    Menggumpal harap.
    Dalam hati,
    mengekal,
    Cinta Ibu.
    Cinta yang satu,
    bertumbuh cahya.
    Menerangi jalan
    Menyiram kegersangan
    Membalut setiap luka.
    Dan senyum yang melumuri wajah
    Mengapus segala duka
    Menyibak dusta.
    Bagimu wahai Ibu
    Tak ada penebus yang setara
    Tak ada pengganti yang sama
    Dalam bakti
    Dalam jaga
    Dalam setiap kata
    Dalam doa-doa
    Tak bisa apa juga
    Terbalas dengan harta
    Atau semua yang ada di dunia
    Kecuali,
    CINTA.
    Cinta tulusmu
    Dari setiap degup dada
    Dari setiap darah
    Dari setiap apa jua
    Yang kini berubah wujud
    Dalam kesombongan intelektual
    Dalam kepongahan nurani
    Dalam keangkuhan diri
    Inilah cinta yang membakar angkara
    Cinta yang menumbuh jiwa
    Menjadi bercahya
    Dalam janji suci
    Dalam akad di hati
    Untuk ibu
    Cintaku satu
    Dalam rasa
    Dalam sukma
    Untuk Ibu
    Cintaku teguh
    Dalam jiwa
    Dalam raga
    Untuk Ibu
    Cintaku dalam semesta
    untuk Ibu
    Cintaku
    Dalam kata :
    I love U Mom…!

    Subang, 22 Desember 2008

  2. surat cinta untuk ibu

    bertahun-tahun aku mengenalmu..
    memahami sebentuk wajah yang lama ku tatapi
    sepanjang usiaku..
    seadanya detik yang berlalu
    raut wajah yang tiada lepas tersenyum
    walau penuh guratan hidup..
    putih hitam lautan makhota
    rekah senyum yang pecah
    namun buatku ibu..kaulah kasih tiada henti
    bentangan sayap cinta yg menyelimuti ari
    setiap malam..
    serta kisah-kisah para sahabat Nabi yang kau ceritakan
    kala ku mengantuk
    berbaring dipangkuan hangatmu
    meresapi kata-kata permata yg kau taburkan
    di gendang telingaku!
    hingga menembus koklea
    ibu..
    cintamu
    bagai lautan maha dahsyat tanpa tepi
    tak kandas dilepas ombak
    tak retak walau sebatas ujung..
    mencintaimu aku malu
    malu atas tingkah-tingkah tanpa budi
    perilaku dan tuturku sarat ketidakramahan
    menjamu senyummu tanpa perasaan
    namun ibu..aku tak rela selapis pun
    ada luka bertahta padamu
    dari jarak sejauh ini aku berbicara
    sedalam hatiku mencintaimu..
    ingini kebersamaan dalam surgaNya
    menyerahkan segenap abdiku padamu ibu..

    ibu..
    sampaikan salamku pada kekasihmu
    akulah pahlawanmu
    berani menyambut uluran tangan kuatnya
    melanjutkan cita-cita surga
    melawan segala perhatian dunia
    buat ayahku
    aku bangga atas keringatmu
    kegigihan luar biasa!!

    doakan aku..

    salam cinta

    terbanglah..
    ( 14 Agustus 2009 jam 0:02 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: