Antara Dee, Mbot dan Andreas Harefa

dee-mbot-aha

Saat semuanya ingin dimulai bersama, disitulah letak kebodohan manusia yang serba tergesa-gesa. Menulis adalah goresan makna yang akan mendalam seiring waktu. Semakin tergores, pendalaman karakter menulis itulah yang akan membuat dengan sedirinya ciri tulisan, ibarat lukisan. Saat yang terlihat adalah abstrak bagi satu orang mungkin belum tentu bagi orang lain. Saat goresan kuas menimpa kanvas kosong, alunan warna akan berkembang dengan sendirinya membentuk jati diri. Warna pun walau satu saja namun bisa juga terbagi dalam kontras dirinya.

Demikian juga dengan menulis. Saat bingung harus memilih yang aliran/gaya yang mana, semua itu ternyata hanya jebakan, sebuah kerikil di tengah hamparan gula bubuk, yang hanya menjadikan semuanya mandheg, karena ada setitik noda.

So keep writing lah, apa aja, karena dalam karya itu akan terlihat dengan
sendirinya jati diri anda.

MENULIS SEPERTI BERBICARA, berarti perlu jeda, tanda baca yang jelas serta intonasi, so bagaimana bisa tulisan berintonasi?? tunggu ya…

Advertisements

3 Responses

  1. wedew lama bgt g posting baru, kapan posting lg???

  2. ya setuju.. tulis saja, lama2 akan ketahuan gaya tulisannya spt apa.. kl terlalu dipikirin malah ga asik..

  3. aku ingin berbicara dengan kertas??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: