Semua karena Kata – Kata …

Kegagalan yang sering terjadi, adalah hanya sekedar feedback, bahwa yang kita lakukan belum efektif, dan berpikirlah, kita dilahirkan untuk sukses, so dengan seringnya gagal, minimal jatah gagal kita sudah berkurang, jadi tinggal segera suksesnya sajah..

Sebuah perjalanan 1000 km, akan selalu di”mulai” dari langkah pertama kita, jadi inti dari sebuah perjalanan adalah langkah pertama kita, baru setelah itu langkah2 kecil berikutnya. Namun dari ke semuanya itu, ada hal yang sering terlupa, kita mau ke MANA? itulah pentingnya tujuan/visi hidup. Tidak ada yang instan di dunia ini, hanya konsistensi dan ketahanan kitalah yang akan akan mengantar kepada kesuskesan…

Tidak ada keharusan manusia untuk berhasil, yang di HARUS kan adalah berani MENCOBA, dalam mencoba itulah akan ada KEBERHASILAN. Kegagalan adalah hanya karena kita tak pernah mencoba. Mencoba lalu belum berhasil, itu hanyalah feedback bahwa cara kita belum efektif, selalu perbaruilah cara anda…

Jangan meremehkan sebuah titik, dia itu ada karena untuk melengkapi, tidak sempurna bila kurang satu titik. Langit tidak akan indah tanpa titik bercahaya bernama bintang, begitupun sebuah titik pasir bisa saja menggelincirkan. Mari kita bangun titik-titik perubahan diri kita, dengan sabar dan konsisten, hanya itu yang mengantarkan pada kebaikan yang sukses, pun kesuksesan yang baik.

Seorang Pemenang adalah orang yang bertahan lebih lama sedikit dalam memperjuangkan sesuatu dibanding seorang pecundang, dan itu memberi perbedaan besar di akhirnya. Jalani Prosesnya, karena itu tugas kita, untuk Hasilnya adalah hanya sebuah akibat saja, dan Tuhan melihat Prosesnya, karena hasil hanyalah sebuah kepastian dari -Nya.

Kalau misal hari ini adalah hari terakhir anda, pastinya anda melakukan yang terbaik untuk diri anda dan sesama?? jadikan setiap detik kita sebagai hal yang bersinar, baik dalam kata perbuatan dan pemikiran, sehingga nantinya kita mampu menuju Cahaya-Nya…amien

Advertisements

Perempuan surga itu berinisial : “Ibu”

mother1

Bukan pemberian harta yang dinantinya

Bukan juga upah lemburnya saat menjaga kita sakit saat kecil

atau tetesan air mata dan darahnya saat melahirkan kita

atau kesabarannya mengajari kita berbicara, dan juga melangkah pertama,

Hanya secuil peluk tanda cinta dan sayang

Atau mungkin sebaris SMS dan juga do’a

Hanya penampakan sejenak saat berkunjung ke rumah nya yang juga rumah kita dulu

sebegitu kecilnya, balasan dari kita

masak kita tega gak melakukannya

Selamat Hari Ibu,

bagi para perempuan dari surga beriinisial : “Ibu”

Pesta Blogger 2008 “Nggak layak disebut Pesta”

Bukan apa apa saya menulis judul diatas. Gaung sebuah pesta adalah kegembiraan, senang2, tapi di PB 2008, hal itu hanya kecil sekali. Sebuah puncak pertemuan kedua para “tukang pencet keyboard” ini berlangsung sangat apik, menarik, dan membangun inspirasi. Itulah kenapa saya bilang nggak layak disebut PESTA, karena ini adalah ajang SHARING KNOWLEDGE terbesar yang pernah saya ikuti, semua orang berkontribusi, walaupun hanya sekedar narsis poto2 di backdrop PB 08, tuker2 an kartu nama/nama blog, ataupun hanya celingak celinguk karena datang sendirian tanpa teman atau komunitas (ini kaya gue). Di ajang inipun begitu banyak peluang terbuka dari hanya sekedar menambah network, menambah bisnis atau bahkan membuat network dan juga bisnis.

Paparan ke lima Blogger luar negeri pun tak kalah mengasyikan. Mereka begitu mengagumi apa yang mereka lihat selama di Bali, Yogya, dan Jakarta. Mereka pastinya akan mengubah persepsi dunia tentang indonesia, terutama di mata para blogger luar negeri melalui blognya. Pastinya akan banyak yang melihat tulisan mereka, karena mereka salah satu seleb blog di negara masing2.

Ditambah paparan para presenter saat break session, setelah makan siang. Mereka saling sharing tentang apa saja yang telah mereka tahu kepada yang belum tahu-baru tahu-atauoun ingin tahu, saling mengisi, dan pastinya menginspirasi. Saya sangat paham bahwa akan banyak muncul berjuta inspirasi yang akan menjelma menjadi sebuah kenyataan suatu saat nanti. Dan PESTA ini, akan menjelma menjadi sebuah pemikiran dan perbuatan untuk lebih baik di masa yang akan datang, sesuai judul perhelatannya, Blogging for Society.

Maka apakah salah kalau saya bilang ini Nggak layak di sebut PESTA..??

Satu nilai dari seorang Pahlawan…

tugu_pahlawan1Hari ini adalah Hari Pahlawan, memperingati sebuah peristiwa mempertahankan negeri dari upaya penjajahan kembali. saat itu di Surabaya. Gelora yang membahana, yang menyulut api kemarahan dan ketidakmauan di jadikan tanah yang tidak merdeka dari arek2 suroboyo, di peringati setiap tahun. Betapa berdarahnya saat itu. Betapa ikhlas nya mereka saat itu.

Dan dari semua hal itu, ada satu hal yang bisa memberi inspirasi ke kita, bahwa ada satu nilai dari sorang pahlawan yang layak kita sematkan di dada kita saat ini. Bahwa seorang Pahlawan itu adalah orang yang tidak pernah meminta dirinya di sebut pahlawan, karena mereka berjuang secara ikhlas. Ya, tanpa keikhlasan, tanah yang hijau, gemah ripah loh jinawi ini tak akan pernah mengenal kata MERDEKA.

gambar diatas adalah Tugu Pahlawan di Surabaya

inilah teks pidato yang sangat terkenal saat itu oleh Bung Tomo

Bismillahi rokhmanir rakhim.Merdeka

Saudara – saudara rakyat jelata diseluruh indonesia
terutama saudara – saudara penduduk kota Surabaya
Kita telah mengetahui bahwa hari ini tentara ingris telah
menyebarkan pamflet – pamfet
yang memberikan ancaman pada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka
tentukan menyerahkan senjata – senjata yang telah
kita rebut dari tangan tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah mita supaya kita datang semua pada mereka itu dengan membawa bendera putih
tanda bahwa kita menyerah pada mereka.
Saudara – saudara didalam pertempuran – pertempuran yang lampau,
kita sekalin telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya,
yang berasal dari Sulawesi, pemuda – pemuda yang berasal daari Bali,
pemuda – pemuda yang berasal dari Kalimantan,
pemuda – pemuda yang berasal dari Sumatra, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli dan seluruh pemuda yang berada di Surabaya ini.
Di dalam pasukan – pasukan mereka masing -masing dengan pasukan rakyat yang dibentuk dikampung – kampung
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol,
telah menunjukkan satu kekuatan hingga
mereka itu terjepit di mana – mana.
Hanya karena taktik yang licik dari mereka itu saudara – saudara,
dengan mendatangkan Presiden dan Pemimpin – pemimpin lainnya ke Surabaya ini,
maka kita tunduk untuk memberhentikan pertempuran.
Tetapi pada masa itu, mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat, sekarang inilah keadaannya.

Saudara – saudara, kita semuanya – kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tangtangan tentara Inggris itu, dan kalau pimpinan tetara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengar jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, dengarkan lah ini tentara Inggris!

Ini jawaban kita, ini jawaban rakyat Surabaya, ini jawaban pemuda Indonesia, kepada kau sekalian hai tentara Inggris! Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk padamu! Kau menyuruh kita membawa senjata – senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu. Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekutan yang ada! Tetapi inilah jawaban kita

“selama Banteng – Banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membasahi secarik kain putih, merah dan putih, maka selama itu, tidak akan kita mau menyerah pada siapapun juga”

Saudara – saudara rakyat Surabaya bersiaplah. Keadaan genting. tetapi saya peringatkan sekali lagi jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang meraka itu! Kita tunjukkan bahwa kita ini adalah orang – orang yang benar – benar inggin merdeka! Dan untuk kita saudara – saudara, lebih baik hancur lebur dari pada tidak merdeka!

Semboyan kita tetap! Merdeka atau Mati! Dan kita yakin saudara – saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh kepada kita. Sebab Allah selalu berpihak kepada yang benar.
Percayalah saudara – saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Merdeka

Hari ini, 80 tahun yang lalu…

hari ini, 80 tahoen jang laloe,

seboeah djandji teroecap pasti, dari loeboek hati yang rindoe kebebasan negeri

mengenjam kenjamanan negeri yang merdeka dengan bersatoe

Namun hari ini, di tahun ini

Bukankah hari ini, sampai tahun ini, hanya IRONI yang terjadi

oh negeri ku, mari bersatu lagi, menggalang inspirasi dari peristiwa 80 tahun yang lalu

untuk berbuat sekecil apapun, asal itu untuk negeri

Ya, kecil saja, sekarang juga, dari diri sendiri, dengan niat suci, dengan satu hati

meyakini akan ada perubahan berarti, ya berarti untuk negeri ini

Seandainya Cinta bisa Menulis


Sama sekali tak ada harap dalam diriku selain bisa mencintai dengan sempurna. Disaat guratan pena tak mampu menampung makna kata “Cinta” seharusnyalah Cinta menulis sendiri untuk dirinya. Dan Seandainya Cinta bisa menulis, berapa banyak Tinta akan dihabiskan, seberapa besar Pena untuk menuliskan.

Kehidupan selalu menuliskan kisah-kisah Besar dari orang orang biasa, yang dengan membawa Cinta, berbuat dengan keikhlasan. Berapa banyak cerita2 seperti itu terlewatkan begitu saja, hanya karena dunia seolah2 lupa satu kata itu. Berapa nyawa kadang dihilangkan karena tiadanya kata itu. Berapa hati menjadi nestapa karena tidak ada kata itu, dan berapa….mengapa….dimana….kalau kita tidak bisa memaknai kata Cinta itu.

Kadang memang dia ada setititk saja, walau kadang membuncah indah. Tapi semua itu akan terasa kalau kita benar2 menyadari kehadirannya, yang selalu hadir dalam heningnya. Pemaknaannya sering membuat setiap orang punya berbagai macam versinya. Dan yang jelas cinta itu tetaplah cinta, di persepsi oleh siapapun dia tetap cinta. tak kurang tak lebih. Hanya manusia sederhanalah yang dengan keikhlasan bisa menemukannya bagai berlian yang bersinar terang, menentramkan hati.

Seandainya Cinta bisa menulis, mungkin diriku tak akan mampu untuk tidak membacanya.

di pagi hari saat mentari hangat menusuk masuk disela2 jendela butut penuh debu