Hari ini, 80 tahun yang lalu…

hari ini, 80 tahoen jang laloe,

seboeah djandji teroecap pasti, dari loeboek hati yang rindoe kebebasan negeri

mengenjam kenjamanan negeri yang merdeka dengan bersatoe

Namun hari ini, di tahun ini

Bukankah hari ini, sampai tahun ini, hanya IRONI yang terjadi

oh negeri ku, mari bersatu lagi, menggalang inspirasi dari peristiwa 80 tahun yang lalu

untuk berbuat sekecil apapun, asal itu untuk negeri

Ya, kecil saja, sekarang juga, dari diri sendiri, dengan niat suci, dengan satu hati

meyakini akan ada perubahan berarti, ya berarti untuk negeri ini

Seandainya Cinta bisa Menulis


Sama sekali tak ada harap dalam diriku selain bisa mencintai dengan sempurna. Disaat guratan pena tak mampu menampung makna kata “Cinta” seharusnyalah Cinta menulis sendiri untuk dirinya. Dan Seandainya Cinta bisa menulis, berapa banyak Tinta akan dihabiskan, seberapa besar Pena untuk menuliskan.

Kehidupan selalu menuliskan kisah-kisah Besar dari orang orang biasa, yang dengan membawa Cinta, berbuat dengan keikhlasan. Berapa banyak cerita2 seperti itu terlewatkan begitu saja, hanya karena dunia seolah2 lupa satu kata itu. Berapa nyawa kadang dihilangkan karena tiadanya kata itu. Berapa hati menjadi nestapa karena tidak ada kata itu, dan berapa….mengapa….dimana….kalau kita tidak bisa memaknai kata Cinta itu.

Kadang memang dia ada setititk saja, walau kadang membuncah indah. Tapi semua itu akan terasa kalau kita benar2 menyadari kehadirannya, yang selalu hadir dalam heningnya. Pemaknaannya sering membuat setiap orang punya berbagai macam versinya. Dan yang jelas cinta itu tetaplah cinta, di persepsi oleh siapapun dia tetap cinta. tak kurang tak lebih. Hanya manusia sederhanalah yang dengan keikhlasan bisa menemukannya bagai berlian yang bersinar terang, menentramkan hati.

Seandainya Cinta bisa menulis, mungkin diriku tak akan mampu untuk tidak membacanya.

di pagi hari saat mentari hangat menusuk masuk disela2 jendela butut penuh debu

Laskar Pelangi

Saat tersiar kabar bahwa Novel ini akan di filmkan, membuat diriku tak sabar untuk menunggu. Sungguh indah menyaksikan apa yang sudah tergambar sejak membaca kata per kata dalam alunan nada cerita Andrea Hirata dalam novel memoarnya itu. Dan ternyata bayangan bahwa film ini akan berbeda mulai muncul saat semua crew film mampir ke acara Kick Andy tanggal 12 September 2008.

12 aktor Indonesia terbaik akan beradu akting dengan 12 orang pemeran lokal yang rata2 masih ingusan dari Belitong. Bu guru Muslimah yang diperankan oleh Cut Mini pun sangat menyedot perhatian sebagai sosok guru desa yang gigih dan ikhlas. Dan hal inilah yang akhirnya mengilhami sang penulis untuk membuat novel yang inspiratif dan menggetarkan ini.

Sungguh inspiratif, kenapa?? begitu banyak hal2 yang memang apa adanya di tuliskan di Laskar Pelangi, sebuah perjuangan, pengorbanan, cita-cita dalam suka duka anak2 daerah terpencil, yang berusaha melakukan sesuatu yang mereka bisa lakukan dengan sesungguhnya semangat. Dan memang Indonesia mungkin membutuhkan inspirasi seperti ini untuk bisa lebih bergerak maju ke arah yang lebih baik. Harapan itu selalu ada, dan janganlah sempat terpikir untuk berhenti berharap karena dengan harapan lah hidup ini masih bisa disebut dengan nama KEHIDUPAN. (lihat disini ttg lilin harapan)

nidji – laskar pelangi

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

08-08-08

Benarkah angka delapan itu angka baik??

Benarkah hari ini adalah hari baik??

Benarkah kita harus memberi momentum khusus di hari baik??

Sebuah pertanyaan terbaik yang harus dilontarkan hari ini adalah bagaimana membuat setiap detik dalam setiap jam dan hari kita itu baik dan selalu baik, sampai suatu saat dimana semua hal itu  di pertanggung jawabkan. Semua hari baik asal kita isi dengan kebaikan, dan jangan pernah lupa untuk bersyukur telah diberi waktu untuk melewati hari ini.

Bukankah Hari ini harus nya lebih baik dari hari kemarin, kalau nggak kita akan merugi.

Mari memulai momentum yang baik. Selalu

Satu lagi tentang MARAH

“Mas, bos gue sering marah2 dan lagi marahnya didepan banyak orang, aku eneg banget dech, ngeselin banget” kata si Eros.
” Gue malah lebih parah, ide gue gak diterima sama Unit head gue, eh kemarin ide itu sudah ada aja reportnya di depan meja Manager, gue khan kesel, Mas!” timpal si Edu.
Wah, wah, wah masih jam segini udah pada ngeluh aja sih, eh Ros, elu suatu saat akan berterima kasih sama bos mu itu, dan buat kamu Edu, kamu itu hanya males berkomunikasi, itu khan ide mu, kenapa gak kamu sendiri yang buat report yang jelas, ditulis dan di presentasikan ke Manager mu kalau memang unit head mu gak mau tahu,” Dimas akhirnya berujar karena kesel banget denger keluhan kedua temannya itu.

“Hah, Teriiimmaaaa Kaaaassiihhh, yang bener lu Mas?” timpal si Eros bingung dengan kata2 si Mas Teri yang malah harus berterima kasih sama bosnya yang agak gila itu.
“Maleesss, gue rajin kok..!” sela si edu hampir bersamaan dengan si Eros.

Sahabat semua, ada dua hal yang sering dilupakan kita saat jadi karyawan di suatu perusahaan saat terjadi peristiwa seperti kemarahan bos atau pembajakan ide seperti yang dialami Eros dan Edu diatas. Dan parahnya mereka juga gak sadar bahwa dengan itulah mereka akan bertumbuh, dan juga kejadian itu karena ulah mereka sendiri yang kurang memahami arti komunikasi. Padahal keahlian berkomunikasi adalah salah satu yang terpenting dalam dunia kerja.

Saat Bos marah, sebenarnya mereka sedang memberi sinyal “please Help me”, yang malah disalah artikan sebagai kebencian pada kinerja kita. Seharusnya kita sebagai anak buah datang membantu.

Apalagi kalau terjadi pembajakan ide, sudah seharusnyalah kita menyadari bahwa itu murni kesalahan kita, karena seringnya kita menyampaikan kepada orang yang tidak tepat, dan juga satu lagi kesalahannya, kita menyampaiakannya secara lisan, bukan dengan report yang bagus. Ini sering tidak disadari. Padahal report atau ide kita, itu bisa kita jadikan suatu hasil dari kerja kita yang bisa kita jadikan success story dan apabila disampaikan kepada orang yang tepat (pengambil keputusan tertinggi) buka tidak mungkin bisa memberi keuntungan bagi kita.

Dan berterima kasih pada bos yang suka marah2 itu juga berarti bahwa dengan marah2nya lah kita belajar sabar, dan selama tidak fisik, dan hanya secara mental, maka itu mungkin karena sebagian dari gaji kita memang untuk dimarahin (hehehe…just kidding). Kalau menurut Pak Hari “Time 2 Change” Subagya hidup itu bisa berjalan karena ada FEEDBACK, dan marahpun adalah salah satu feedback.

Sebagai karyawan mengembangkan sikap positif itu penting, sebab akan selalu ada hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi, dan dengan itulah kita akan belajar lagi.

A Shoulder to Cry On…

Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting.Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kitasebagai manusia, jadi aku jawab, “Telinga, Bu.” Tapi, ternyata itu bukanjawabannya.”Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli.

Tapi, teruslah memikirkannya danaku menanyakan lagi nanti.”Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padakulagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar.Jadi, kali ini aku memberitahukannya. “Bu, penglihatan sangat penting bagisemua orang, jadi pastilah mata kita.”Dia memandangku dan berkata, “Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmumasih salah karena banyak orang yang buta.”Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ketahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu,”Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku.”Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal.

Semua keluarga sedih. Semuamenangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saatkedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tibagiliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.Dia bertanya padaku, “Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang palingpenting, sayang?”Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir,ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, “Pertanyaan inipenting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar “hidup”.

Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkatakamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting.”Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air.

Dia berkata, “Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu.”Aku bertanya, “Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?”Ibu membalas, “Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang temanatau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis.

Kadang-kadang dalamhidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamupunya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untukmenangis kapan pun kamu membutuhkannya.”Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadiorang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain.
“Orang akan melupakan apa yang kamu katakan.Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.”

dari milis tetangga, Salam Inspirasi